Di meja seberang, seorang pria baru datang dan langsung duduk setelah meletakkan barang-barang belanjaannya.
Badannya langsing berisi. Otot-otot pada lengannya yang kencang tampaknya sengaja dipertontonkan, mengingat lengan kaosnya yang sengaja digulung. Kulitnya putih. Potongan rambut persis Ariel Peterpan (yang sumpah mati bikin saya ngiler berliter-liter itu). Kaos putih dan celana jeans.
Keren abis!
Lalu dia tersenyum. Pada saya.
Dengan bodohnya, saya cuma membalas senyumannya. Nggak tahu harus melakukan apa. Apalagi dia duduk di meja seberang, persis menghadap saya.
Aduh! Kalau saja ada yang diam-diam memata-matai saya dan membawa kamera, pasti saya tampak bodoh sebodoh-bodohnya.
Si mbak waiter menghampirinya, menyodorkan buku menu.
"Halo.. Apa kabar?" tanya si mbak. Kelihatannya sudah saling mengenal.
Pria ini menjawabnya, dengan BERNYANYI! Sumpah, dia NYANYI!
"Kabarku baik-baik sajaaa.. aaa.." ala Pinkan Mambo.
Jemarinya yang lentik memegang tangan si mbak, dengan kemayu.
Aduh, Tuhan! GR kok ya ke orang yang salah?!
8 komentar:
ge-er itu bagian dari kesadaran diri kan? :)
hahaha~
cih...deee...
citu gitu deh....
dorongan terpendam ya tante... muah muah cup cup
@paman: you tell me, man :D
@didut: berminat, dut? XD
@oomjaps: gyahahahaha.. ngeri kaliii
wakakakak...
ilpiiiilll... :lol:
hasrat terpendam
qe,mqe.,qe.,qe
@dilla: hahahaha iya bangeeettt!! bikin ilpil!
@uki: hasrat terpendam si ariel palsu itu pastinya! :D
Halo apa kabar? Salam kenal.... from Sela Tangguh
Post a Comment
<< Home