<meta name='google-adsense-platform-account' content='ca-host-pub-1556223355139109'/> <meta name='google-adsense-platform-domain' content='blogspot.com'/> <!-- --><style type="text/css">@import url(https://www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/3334278262-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/2730683455145432391?origin\x3dhttp://jalanberjingkat.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Kuteks Baru Padahal

Friday, 12 June 2009


Sudah lebih dari dua minggu saya mengenakan kuteks di kuku kaki dengan warna coklat semi oranye ini. Warnanya sudah mulai memudar dan di beberapa bagian juga sudah mulai terkelupas. Daripada dikira saya punya kuku yang terluka dan tak terawat cuma karena tampilan kuteksnya mulai tak beraturan, mendingan saya bangun pagi-pagi dan memperbarui warnanya, 'kan?!

Dengan penuh gelora *halah* saya pergi menuju meja rias ibu, karena di sanalah semua kuteks bermuara. Pilah-pilih, dan saya bingung. Yang ada semua kuteks saya rendam dulu dengan air panas, supaya yang sudah mengering pun bisa dikenakan lagi. Tinggal nanti saya pilih lagi.

Dan setelah berdebat kusir dengan ibu, antara warna shocking pink atau dark plum, pilihan jatuh pada yang kedua. Itu juga gara-gara ibu bilang kaki saya kelihatan norak banget kalau pakai yang shocking pink. Padahal sudah lama saya pengen banget mencoba warna yang satu itu.

Jadilah pilihan jatuh pada si dark plum.

Waktu membukakan pintu pagar buat si kangmas, kakak laki-laki saya tersayang itu, dia menatap ke bawah. Sebenarnya sih melihat pada kunci gembok yang sedang saya coba buka. Tak sengaja, dia melihat ke arah kaki saya.

Dan berkomentar, "Iiihhh.. itu kuku kenapa item banget sih??"

Aarrgghh!! Nggak harus terlalu jujur juga 'kan kalo ngasih komentar??

» 3 komentar

Ariel KW-1

Wednesday, 3 June 2009


Di meja seberang, seorang pria baru datang dan langsung duduk setelah meletakkan barang-barang belanjaannya.

Badannya langsing berisi. Otot-otot pada lengannya yang kencang tampaknya sengaja dipertontonkan, mengingat lengan kaosnya yang sengaja digulung. Kulitnya putih. Potongan rambut persis Ariel Peterpan (yang sumpah mati bikin saya ngiler berliter-liter itu). Kaos putih dan celana jeans.

Keren abis!

Lalu dia tersenyum. Pada saya.

Dengan bodohnya, saya cuma membalas senyumannya. Nggak tahu harus melakukan apa. Apalagi dia duduk di meja seberang, persis menghadap saya.

Aduh! Kalau saja ada yang diam-diam memata-matai saya dan membawa kamera, pasti saya tampak bodoh sebodoh-bodohnya.

Si mbak waiter menghampirinya, menyodorkan buku menu.

"Halo.. Apa kabar?" tanya si mbak. Kelihatannya sudah saling mengenal.

Pria ini menjawabnya, dengan BERNYANYI! Sumpah, dia NYANYI!

"Kabarku baik-baik sajaaa.. aaa.." ala Pinkan Mambo.

Jemarinya yang lentik memegang tangan si mbak, dengan kemayu.

Aduh, Tuhan! GR kok ya ke orang yang salah?!

» 8 komentar